3 Hal yang Membuat Anda Semakin Bahagia

images (1)Tidak ada orang yang memiliki segala hal di dunia ini. Alasan seseorang sulit untuk bahagia adalah karena mereka memiliki keinginan yang tak terpenuhi atau tak dapat ia penuhi. Padahal kunci untuk bahagia sangatlah sederhana yaitu bersyukur atas apa yang anda miliki. Banyak dari kita yang hidup dengan kepercayaan kuno bahwa kebahagiaan hanya didapatkan dengan mendapatkan sesuatu. Entah apakah itu mendapatkan juara 1 di kelas, mendapatkan karir terbaik, mendapatkan pasangan yang sesuai keinginan, mendapatkan mobil terkeren dan mendapatkan kehidupan yang kita impikan.

Di bawah saya ingin membagikan beberapa teori kuno tentang kebahagiaan yang sudah tidak berlaku dan memberitahu bahwa ada lima cara yang jauh lebih mudah dan lebih sederhana dibandingkan teori tersebut.

Serius vs senang

Orang dewasa sering lupa untuk bersenang-senang, mereka menganggap bersenang-senang dan bermain hanyalah hal yang dilakukan anak kecil. Bebe

Seimbangkan bermain dan serius. Ada saatnya serius, ada saatnya main. Salah satu saran terbaik mengenai ini yang pernah saya dengar adalah kata-kata Joker di film Batman (The Dark Knight) “Why so serious…” (Jangan serius-serius amat…). Tentunya kita perlu serius menghadapi hidup ini, namun ditengah keseriusan ini selipkan bersenang-senang dalam keseriusan tersebut, jadilah seperti anak-anak namun tidak kekanak-kanakan. rapa merasa bahwa mereka harus selalu serius agar ia dianggap serius oleh orang lain. Padahal berbagai penelitian membuktikan bahwa bermain dapat meningkatkan kreatifitas, menjadi lebih sehat, memiliki banyak teman dan banyak lagi.

Terus bekerja vs diam

Begitu seseorang masuk dunia kerja, banyak dari mereka yang berhenti untuk berhenti. Mereka merasa bila mereka berhenti bekerja untuk 1 menit saja, mereka akan kehilangan waktu yang berharga. Tidak jarang beberapa dari mereka sampai kekurangan tidur karena mereka tidak berhenti bekerja sampai akhirnya penyakit mendatangi mereka.

Saya sangat menyukai meditasi, saat bermeditasi kita tidak perlu melakukan apa-apa. Saya tahu bagi beberapa orang yang sering aktif dalam pekerjaannya akan mengalami kesulitan dalam meditasi. Masalah yang sering terjadi adalah saat mereka menutup mata, pemikiran tentang bisnis mereka, pekerjaan mereka, keluarga mereka dan lainnya langsung muncul menghantui mereka.

Banyak ahli di negara barat yang kini mulai memperkenalkan meditasi ke eksekutif di perusahaan-perusahaan besar. Bahkan terdapat perusahaan yang memulai rapat harian mereka dengan meditasi 5 menit. Kekuatan dari diam kini mulai diakui oleh berbagai perusahaan besar di dunia. Kenapa tidak kita orang asia yang merupakan tempat ilmu ini berasal juga mempraktikkan meditasi untuk menyegarkan kembali pikiran kita. 

Fokus mengembangkan diri vs berbagi

Pengembangan diri tentunya penting sekali, saya sangat setuju dengan kata orang-orang bahwa seseorang harus bertanggung jawab atas pengembangan dirinya sendiri. Hanya saja banyak orang yang begitu fokus dengan pengembangan diri sendiri lupa untuk berbagi dengan orang lain. Hal ini tidak aneh melihat banyak orang yang bekerja masuk dalam apa yang disebut office politic, di mana anda harus bersaing dengan rekan sekantor anda untuk jabatan yang lebih tinggi atau untuk kenaikan gaji atau yang lainnya.

Tentunya penting untuk terus mengembangkan diri, namun manusia tidak diciptakan untuk hidup sendiri. Aristoteles mengatakan bahwa manusia adalah makhluk sosial dan ini adalah hal yang sangat benar. Bila anda membaca artikel menghadapi tantangan 3 anda akan mengetahui bahwa seorang manusia sangat bergantung kepada orang lain untuk dapat memiliki resiliensi yang besar atau ketabahan dalam menghadapi tantangan hidup.

Beberapa penelitian menemukan bahwa berbagi itu sendiri merupakan rahasia dari kebahagiaan. Seorang ahli otak Jordan Grafman menemukan bahwa bagian otak yang bertugas untuk memberikan sinyal bahagia menjadi aktif saat kita memberi. Bahkan penelitian lainnya menemukan bahwa kebahagiaan orang yang memberi lebih besar dibandingkan kebahagiaan seseorang yang menerima sesuatu.

images

 

Bila Anda ingin bahagia, jadilah bahagia (Leo Tolstoy)

Kita hidup dengan sangat banyak keinginan, kita hidup dengan banyak harapan. Beberapa dari kita hidup dengan terus berlari mengejar harapan kita tanpa henti. Begitu satu keinginan tercapai, timbul lagi keinginan yang lebih sulit, kita pun kembali berlari, mengejar hal tersebut. Bila kita sudah mendapatkannya lagi kita mungkin menikmatinya sebentar, namun lagi-lagi muncul keinginan yang perlu dikejar dan kita pun berlari lagi tanpa henti sampai pada akhirnya kita tak mampu lagi berlari, barulah sering saat itu kita mulai bertanya-tanya “apakah apa yang telah saya kejar seumur hidup saya membuat saya bahagia?”, “apakah apa yang saya anggap hal yang dapat membuat saya bahagia benar-benar membuat saya senang?”, “Apakah apa yang saya anggap penting benar-benar penting?”.

Windalfin, MBA, CH, CFP

Consultant

No comments yet.

Leave a Reply