5 Tips Mengatasi Putus Cinta


Sambil melihat keluar jendela atau mengintip handphone, saat itu perasaan sedih muncul kembali. Khususnya saat mengingat beberapa saat lalu orang itu masih berada di dekat kita, namun kini orang itu tak lagi berada di samping kita, menjawab telepon, atau meski masih berhubungan semuanya sudah tak sama lagi. Itu mungkin adalah salah satu deskripsi singkat dan sederhana dari pengalaman seseorang yang sedang patah hati atau putus cinta. Saya masih ingat saat saya baru mulai praktik hipnoterapi di bangku kuliah sekitar 5 tahun lalu, kebanyakan kasus yang saya bantu adalah kasus patah hati. Kebanyakan dari mereka datang ke saya dengan pertanyaan “Bisakah hipnotis digunakan untuk melupakan seseorang/suatu kejadian?”. Jawaban yang biasa saya berikan adalah “tidak, namun saya yakin hipnosis dapat membantu anda melewati apa yang anda alami.”

AHA (American Heart Association) menyatakan putus cinta sebagai salah pemicu terjadinya penyakit jantung dan sangat berhubungan dengan keadaan psikologis seperti depresi dan kondisi kejiwaan. Tak jarang saya mendengar tentang seseorang yang putus cinta dan mengancam untuk bunuh diri atau melakukan tindakan berbahaya lainnya. Nyatanya memang putus cinta adalah kondisi yang bila berlebihan mampu membahayakan jiwa seseorang. Untuk itu saya ingin berbagi beberapa tips mengatasi putus cinta.

1. Akui bahwa Anda Sedih dan Ketahui bahwa Anda Boleh Bersedih

Saat seseorang putus cinta, beberapa dari mereka menyalahkan diri mereka sendiri karena mereka bersedih. Mereka mungkin mengatakan bahwa seharusnya mereka tak bersedih karena mereka meninggalkan orang yang memang tak pantas atau tak cocok untuk diri mereka, mereka seharusnya merasa bahagia hal ini terjadi. Hal ini di mata awam mungkin terlihat seperti positive thinking, namun yang sebenarnya terjadi adalah pembohongan diri. Kita telah membahas bagaimana sugesti yang tak diikuti positive mental attitude bisa memberikan efek terbalik di artikel sebelumnya. Yang perlu dilakukan di sini adalah sadari bahwa anda boleh bersedih dan bersedih bukanlah hal yang salah.

2. Putuskan Hubungan Sepenuhnya

Banyak orang yang putus cinta mencoba untuk tetap berhubungan dengan mantannya dengan alasan ia ingin menjadi teman. Hal ini lebih mungkin terjadi khususnya kepada pasangan yang dulunya adalah teman baru menjadi pasangan. Dalam terapi saya menyarankan untuk putus hubungan sepenuhnya khususnya pada masa sedih Anda, yang dimaksud dengan putus hubungan sepenuhnya adalah ia tidak mencoba menghubungi mantannya sama sekali baik telepon, sms, whatsapp, Line, atau bahkan posting atau stalking di social media. Hal ini dilakukan untuk membantu diri melakukan tindakan nyata untuk melewati masa ini baik berdasarkan mental dan fisik.

3. Perhatikan bahasa yang anda gunakan

Sering mereka yang baru putus cinta menyalahkan diri mereka, mengatakan diri mereka pathetic, bodoh, tolol, dan sebagainya. Beberapa mengatakan bahwa hidupnya sedang kacau, berantakan dan lainnya. Kata-kata negatif ini membuat anda lebih mudah tenggelam dalam keputus-asaan dan kesedihan. Anda tidak perlu menjadi orang yang positif, namun ada baiknya juga menghindari penggunaan kata-kata negatif baik dalam diri maupun yang diucapkan keluar.

4. Putuskan Keputusan Anda

Masa sedih biasanya terus berlanjut karena ketidakpastian apakah anda ingin move on dan melanjutkan hidup atau anda ingin kembali berhubungan dengan dirinya. Pada masa ini sangatlah baik untuk mengetahui dengan jelas ke arah mana anda ingin pergi, hanya dengan cara itulah maka seseorang dapat keluar dari masa sedih ini dengan cepat. Beberapa orang mungkin masih menyimpan harapan untuk kembali berhubungan dengan pasangannya, ia berharap pasangannya menyadari ‘kesalahan’ mereka dan meminta maaf kepada anda dan kembali berhubungan dengan anda. Namun pemikiran seperti ini biasanya akan membuat anda jatuh ke dalam kesedihan lebih lama karena fakta bahwa kita tidak bisa mengontrol apa yang dilakukan oleh orang lain. Dr.Phil mengatakan bahwa “anda tak akan pernah move on, bila anda tak menerima (memutuskan) bahwa hubungan tersebut telah berakhir!”.

5. Berkumpul dengan Teman atau Keluarga

Dalam artikel sebelumnya tentang resilience (menghadapi tantangan part tiga) kita membahas bagaimana keluarga dan orang yang dekat dengan kita akan mengaktifkan Social Engagement System yang membuat kita merasa bahwa semuanya masih baik-baik saja atau akan baik-baik saja. Untuk itu kita perlu secara sengaja berkumpul dengan teman-teman yang kita percayai dan keluarga yang kita sayangi untuk mengaktifkan Saraf Parasimpatis yang membuat kita lebih tenang. Selain dengan keluarga dan teman, tentunya bagi mereka yang memiliki kepercayaan agama maka Anda dapat kembali kepada Tuhan Anda dan menyadari bahwa semua ini adalah bagian dari rencana-Nya.

Putus cinta pada dasarnya adalah hal yang akan berlalu, untuk melaluinya seseorang bisa saja melalui berbagai cara dan cobaan. Untuk itu maka terimalah apa yang terjadi kepada diri, ambil tindakan untuk putus hubungan sepenuhnya, tentukan bahwa diri anda ingin move on, perhatikan bahasa yang anda gunakan dan carilah orang yang dapat membantu anda, bila keluarga anda tak dapat membantu anda dan kesedihan anda berlanjut maka carilah terapis yang dapat membantu anda. Di artikel berikutnya saya akan mengepost beberapa teknik yang dapat membantu diri menjadi lebih tenang menghadapi tantangan anda.

Windalfin MBA, CH, CFP

Consultant

2 Responses to 5 Tips Mengatasi Putus Cinta

  1. Lex dePraxis September 4, 2014 at 4:55 pm #

    Yep, penolakan memang selalu menyesakkan hati, sekalipun kita sudah menduga-duga akan terjadi. Canggihnya lagi adalah ketika ditolak, tubuh fisik juga benar-benar merasakan terpukul dan tersakiti, misalnya seperti di dada, kepala, dsb. Saya sempat bahas panjang lebar tentang itu di artikel Kenapa Penolakan Sebenarnya Berguna?, mungkin bisa jadi referensi pencerahan. 🙂

    • Windalfin September 5, 2014 at 8:40 am #

      Setuju dengan pak Lex dePraxis, terima kasih untuk referensinya. 🙂

Leave a Reply