Apakah Anda Terpengaruh oleh Subliminal Message

Mungkin beberapa dari Anda sudah pernah mendengar tentang bagaimana subliminal message atau pesan tersembunyi yang ditaruh dalam beberapa frame di film yang Anda tonton dapat menentukan perilaku Anda. Hal ini banyak digunakan di cerita fiksi di mana seseorang dibuat melakukan sesuatu dengan pesan yang hanya dapat dibaca oleh pikiran bawah sadar.

Tidak hanya di film-film, dalam dunia nyata penggunaan subliminal message juga telah digunakan oleh banyak orang untuk berbagai macam hal seperti iklan, penelitian, dan terapi. Pesan subliminal atau pesan bawah sadar ini biasanya merupakan pesan yang tidak akan Anda sadari sampai anda diberitahu. Bahkan menurut penelitian oleh Shevrin, semakin Anda menyadari subliminal message tersebut, semakin tidak efektif pesan tersebut.
Subliminal message dapat diberikan dalam bentuk visual dan/atau auditori. Pesan tersebut juga dapat disembunyikan dengan banyak cara seperti diselipkan dalam gambar di pita film, suara yang tersembunyi di balik lagu, kata-kata tersembunyi di balik gambar.

Penggunaan Subliminal Message dalam Film

Pesan tersembunyi dalam film

Pada tahun 1950 dunia sempat dibuat gempar oleh seseorang bernama Vicary. Ia menyatakan bahwa ia berhasil meningkatkan penjualan popcorn dan coca-cola dengan cara menyematkan pesan tersembunyi ini di dalam film yang ditayangkan di bioskop. Konsumen marah dan pemerintah mengambil aksi untuk menghentikan aksi cuci pikiran ini. Untungnya, setelah dilacak ditemukan bahwa apa yang Vicary nyatakan hanyalah penipuan untuk menyelamatkan perusahaan periklanan miliknya.

Namun, berkat kejadian tersebut banyak penelitian mengenai subliminal stimuli dilakukan oleh para ahli untuk mencari tahu apakah pesan bawah sadar dapat memengaruhi keputusan seseorang. Apakah subliminal message memang dapat memengaruhi emosi seseorang?

Riset

Penelitian memperlihatkan bahwa ternyata subliminal message dapat digunakan untuk membantu orang dalam menghadapi masalah mereka. Penggunaan subliminal message pada klien yang ingin berhenti merokok dan menurunkan berat badan menunjukkan bahwa mereka yang menggunakan subliminal message memiliki persentase berhenti dan tidak kembali merokok yang lebih tinggi dibandingkan grup yang tidak diberikan subliminal message. Hal yang sama terjadi pada klien-klien menurunkan berat badan.
Tidak hanya itu, subliminal messages juga terbukti dapat membantu murid-murid mendapat nilai lebih baik dalam ujian. Dalam percobaan ini murid sebuah kelas diberikan pesan tersembunyi berupa kata-kata positif beberapa kali sebelum ujian. Mereka yang diberikan kata-kata tersebut berhasil mendapat nilai lebih baik dibanding grup yang tidak mendapatkan pesan tersembunyi tersebut.
Derren Brown, seorang pesulap dari Inggris, menjelaskan fenomena subliminal messaging ini dengan sulap. Hal ini juga pernah digunakan oleh pesulap Indonesia Romy Rafael dalam pertunjukkannya di sebuah acara TV.

Kesimpulan

Pada akhirnya saya menemukan bahwa subliminal messages memang dapat bekerja bila diberikan dengan cara yang benar. Dalam sebuah penelitian, para peneliti memberikan video yang menyematkan pesan-pesan tersembunyi berupa kata-kata yang terasosiasi dengan perasaan takut. Peneliti menemukan bahwa mereka yang diberikan kata-kata menyeramkan tersebut memperlihatkan aktivitas di bagian Amygdala, bagian otak yang berhubungan dengan perasaan takut.
Jadi mungkin bisa dibilang bahwa Vicary tidak sepenuhnya berbohong. Subliminal messages dapat digunakan untuk mengubah efektivitas perilaku seseorang. Meskipun belum ada bukti nyata bahwa subliminal message berguna untuk proses marketing atau pemasaran. Tapi semua iklan yang menggunakan subliminal messaging sudah dilarang di banyak negara.
No comments yet.

Leave a Reply