Bahaya Berpikir Positif dan Sugesti Positif

bad-suggestion-boxDirect suggestion telah menjadi teknik yang sangat sering digunakan oleh para hypnotist. Salah satunya bentuk afirmasi positif yang sering dipakai adalah “saya semakin sukses”, “saya menjadi lebih percaya diri setiap saat”, “saya akan tampil percaya diri”. Tentunya hal ini bagus selama ini dilakukan oleh orang yang tepat pada saat yang tepat. Hal ini juga berlaku untuk sugesti positif yang dilakukan dengan cara yang kurang tepat.

Khususnya bagi terapis yang menerima klien depresi,  afirmasi positif dapat menjadi hal yang berbahaya bagi klien tersebut. Seorang yang depresi umumnya memiliki keyakinan diri yang sangat kurang, sehingga bila kita memberikan sugesti positif maka sugesti itu akan konflik dengan belief systemnya. Apa yang terjadi adalah sebaliknya, setiap sugesti positif yang diberikan kepada orang yang memiliki kepercayaan diri yang negatif akan membuat orang-orang tersebut kesakitan.

Dalam salah satu jurnal ilmu psikologi tahun 2012 disebutkan bahwa terdapat korelasi negatif antara afirmasi positif dengan mood dari seseorang yang memiliki kepercayaan diri negatif. Mereka yang mengatakan “Saya menerima diri saya apa adanya” malah membuat mereka merasa buruk karena kata-kata mereka tak sesuai dengan kepercayaan mereka mengenai diri mereka sendiri. Dalam sebuah artikel di psychology today juga sempat disebutkan bahwa mereka yang sering memberikan semangat kepada orang lain sering kali dalam dirinya merasa tak percaya diri.

Selain itu terdapat juga kasus-kasus seperti orang-orang yang membawa acara motivasi atau orang yang selalu percaya diri di depan umum ternyata ditemukan bunuh diri. Tentunya hal ini sangat mengejutkan, bagaimana bisa orang yang terlihat begitu percaya diri dan memotivasi banyak orang ternyata menyimpan self-belief yang negatif. Namun demikianlah yang terjadi kepada Lynne Rosen dan John Littig pembaca acara radio “pursuit of happiness”

Beda Positive Mental Attitude dengan Positive Thinking

Yang perlu diketahui adalah adanya perbedaan antara Positive Mental Attitude (Sikap Mental Positif) dengan Positive Thinking (Berpikir Positif). Positive Mental Attitude (PMA) adalah sikap mental positif dimana sifat ini berasal dari pikiran bawah sadar seseorang yang benar-benar percaya diri dan percaya bahwa dirinya bisa. Sedangkan Positive Thinking datang dari pikiran sadar di mana kita berpikir bahwa segala sesuatu akan baik-baik saja, meskipun kita belum tentu mempercayainya.

Seorang sales yang memiliki PMA akan memulai harinya dengan percaya bahwa ia pasti akan bisa menjual hari ini, ia pergi dengan percaya diri, tanpa gentar meskipun ia ditolak beberapa kali juga, karena ia tahu selama ia berjualan, pada akhirnya pasti akan berhasil menutup penjualan juga. Sedangkan sales yang hanya memiliki Positive Thinking tanpa memiliki PMA akan berjalan keluar kantor dengan tidak percaya diri dan sedikit lemas karena takut gagal. Lalu saat akan bertemu dengan calon pelanggan ia berpikir bahwa “oke, saya yakin hari ini saya bisa” namun ia tak benar-benar mempercayai kata-katanya dan alhasil ia tak menunjukkan sikap positif sepenuhnya dan mudah terintimidasi.

Seperti hukum keterbalikan hasil (Law of Reverse Effect/effort)

“Setiap kali terdapat konflik antara upaya pikiran sadar seperti afirmasi yang diulangi atau sugesti yang diberikan dengan kepercayaan dan ekspektasi di pikiran bawah sadar klien. Pikiran bawah sadar selalu menang”

Karena itulah kita perlu mengetahui bahwa memberikan sugesti positif saat klien kita masih memiliki PMA yang negatif pada akhirnya hanya akan memperburuk keadaan klien. Dalam beberapa kasus hal ini sangat berbahaya khususnya kasus depresi, untuk itulah sangat disarankan bagi terapis yang ingin menangani kasus depresi sebaiknya terlebih dahulu telah mempelajari psikologi yang berhubungan dengan depresi dan juga mendapatkan persetujuan dari dokter atau psikolog yang menangani klien tersebut (clinical depression).

Saya akan membicarakan bagaimana membentuk Positive Mental Attitude di artikel berikutnya.

Windalfin, MBA, CH, CFP

Consultant

Trackbacks/Pingbacks

  1. Membentuk Sikap Mental Positif | INDOMIND CONSULTING - March 20, 2014

    […] dari artikel sebelumnya bahaya sugesti positif di mana kita membicarakan bahwa sugesti positif dapat menjadi berbahaya karena apabila tidak […]

  2. 5 Tips Mengatasi Putus Cinta | INDOMIND CONSULTING - July 10, 2014

    […] thinking, namun yang sebenarnya terjadi adalah pembohongan diri. Kita telah membahas bagaimana sugesti yang tak diikuti positive mental attitude bisa memberikan efek terbalik di artikel sebelumny…. Yang perlu dilakukan di sini adalah sadari bahwa anda boleh bersedih dan bersedih bukanlah hal […]

  3. Berhenti berpikir positif dan gunakan WOOP - INDOMIND CONSULTING - November 1, 2014

    […] Berpikir positif merupakan tema terpopuler diantara banyak orang khususnya karena kebanyakan buku-buku motivasi dan para motivator benar-benar mempromosikan kekuatan dari berpikir positif. Khususnya bila orang tersebut baru saja mengalami kejadian yang tidak mengenakan atau mengkhawatirkan, maka tak jarang saya melihat teman-temannya mulai berkata kepadanya “udah, positive thinking aja lagi…” . Sayangnya meski orang tersebut mengiyakan kata teman-temannya, dirinya tetap gelisah dan sulit tidur. Pikirannya masih membayangkan kejadian buruk yang mungkin terjadi, kata-kata positif yang ia ucapkan kepada dirinya pada akhirnya hanya menjadi pembohongan diri. Hal ini sudah pernah saya bicarakan dalam artikel bahaya berpikir positif dan sugesti positif . […]

Leave a Reply