Cara Mencari Barang Hilang

Menemukan barang yang terlupa

Kasus barang hilang sudah tidak asing lagi di telinga kita. Bahkan, kita mungkin pernah mengalaminya sendiri. Kehilangan kunci mobil, flashdrive dan kadang-kadang mungkin lupa di mana kita menaruh buku kita. Kalau barang yang hilang tidak berharga sih tidak apa-apa. Gawatnya kadang-kadang barang yang sudah kita jaga baik-baik bisa saja hilang.

Saya teringat sebuah cerita tentang seorang ayah yang kehilangan pistol dia di rumah. Dia sangat takut kalau pistol itu akan ditemukan oleh anaknya yang masih kecil. Anak itu bisa saja menemukannya dan mengira itu mainan. Hal seperti ini berbahaya sekali.

Tentu saja kita mungkin akan jarang berurusan dengan pistol. Dari beberapa kasus yang saya tangani, barang yang hilang dapat bervariasi dari dompet, kunci rumah, flashdrive, kalung, cincin dan beberapa barang lainnya lagi.

Bagaimana saya membantu mereka mencari barang mereka, tentu saja saya tidak seperti seorang pesulap atau Sherlock Holmes yang dapat dengan mudah menggunakan keahlian mereka untuk menemukan barang yang dihilangkan oleh klien. Cara yang saya gunakan tidak lain adalah hipnotis.

Salah satu fungsi dari pikiran bawah sadar adalah permanent memory. Pikiran bawah sadar kita dapat diibaratkan seperti sebuah kamera yang merekam segala sesuatu yang kita lihat, dengar, rasa dan pikirkan sejak kita lahir.

Memori ini dapat kita akses menggunakan hipnosis. Klien kita bawa ke dalam keadaan Profound Somnambulism (kondisi hipnosis yang sangat dalam) dan setelah itu klien dipandu untuk mengakses memori yang tersimpan di dalam pikiran bawah sadar mereka.

Ideomotor Response berperan sangat penting dalam pekerjaan mencari barang hilang. Dalam pencarian barang ini kita akan menginstall ‘finger signal’ pada klien. Signal yang menyatakan ‘ya’, ‘tidak’ dan ‘tidak tahu’. Finger signal ini akan digunakan oleh klien untuk menjawab pertanyaan saat kita melakukan interview pada mereka.

Mari kita lihat langkah apa saja yang bisa dilakukan dalam pencarian barang hilang:

  1. Dapatkan Somnambulism
  2. Install Ideomotor responses
  3. Regresi ke saat ia terakhir kali melihat barang tersebut
  4. lakukan Hypnoanalysis dengan menggunakan ideomotor response
  5. Mulai dengan pertanyaan yang ringan dulu.
    1. Apakah Anda laki-laki?
    2. Apakah Anda berumur 21?
    3. Apakah Anda bernama Bambang?
    4. etc.
  6. Baru masuk ke pertanyaan yang berhubungan dengan kasus
    1. Apakah … terakhir kali anda taruh di rumah anda?
    2. Apakah … terakhir kali anda pegang di kantor anda?
    3. etc. (anda harus menjadi seorang detektif pada kasus seperti ini)

Dalam keadaan hypnosis orang dapat mengingat lebih detail mengenai kejadian yang ia alami. Ideomotor Response digunakan karena kita tidak ingin pikiran sadar terlalu ikut campur dalam pencarian ini. Biarkan pikiran bawah sadar yang bekerja.

Catatan kecil untuk orang yang bekerja dalam kasus-kasus pencarian barang hilang. Hal paling penting dalam menyelesaikan kasus barang hilang adalah memberikan pertanyaan yang benar. Kita harus menjaga agar pertanyaan kita bersifat non-leading, alias kita tidak boleh menerka-nerka. Leading question bisa saja membuat ‘memori palsu’ pada klien yang menyebabkan barang semakin sulit dicari.

Lalu perlu diingat bahwa meskipun kita telah berhasil mendapatkan hasil yang detail dan akurat, barang yang hilang bisa saja sudah dipindahkan oleh orang lain, dicuri orang lain dan sebagainya. Dalam beberapa kasus mungkin saja kehilangan itu terjadi di luar kesadaran klien. Misalnya terjatuh saat berjalan, atau dicuri orang saat berjalan. Bila hal itu yang terjadi maka ingatan tentang terakhir kali melihat barang tersebut tidak akan merepresentasikan letak barang hilang itu. Di luar kejadian itu hipnosis akan sangat membantu dalam pencarian barang hilang.

 

No comments yet.

Leave a Reply