Inside Out Memberikan Pelajaran Berharga Bagi Orang Tua

stacey-aoyama-inside-out

Jika Anda belum menonton film Pixar yang bernama ‘Inside Out,’ Anda bukan hanya melewatkan film yang bagus, tapi Anda juga melewatkan kesempatan untuk belajar tentang peran perasaan. Waktu pertama saya melihat film ini, saya melihat satu emosi yang bernama Joy yang selalu merasa bahagia dan ingin menyelesaikan semua masalah Riley, sang karakter utama, dengan rasa bahagia. Ia juga selalu mencoba mengambil kontrol supaya Riley selalu mengingat pengalamannya dengan bahagia.

[SPOILER ALERT] di bawah ini terdapat cerita inti dari film Inside Out

Ketika Inside Out ini sedang diputar saya terus menggelengkan kepala ketika Joy mencoba untuk membuat Sadness pergi dan mengucilkannya. Akan tetapi saya mulai menyadari kalau film Inside Out ini bukan seperti film biasa yang seringkali mengatakan, “semua masalah bisa diselesaikan dengan perasaan bahagia.” Ketika teman imajiner Riley, Bing Bong, kehilangan keretanya, Joy mencoba untuk menghibur Bing Bong dengan berbagai cara, termasuk berkata kepadanya bahwa ia tidak usah bersedih terus karena masih ada yang harus dilakukan. Ketika Bing Bong masih tetap bersedih dan Joy sudah menyerah, Sadness lalu berbicara dengan Bing Bong dan berkata, “Pasti sedih ya keretamu hilang.” Mendengar hal ini Joy langsung berkata, “Apa? Kenapa kamu mau membuat dia lebih sedih lagi?” Akan tetapi hal yang menakjubkan terjadi, Bing Bong malah tidak sedih lagi setelah dibiarkan merasakan kesedihan dari kehilangannya dan mereka pun melanjutkan perjalanan.

Pada akhir film juga ada adegan seperti ini. Ketika Riley sedang diambang depresi dan akhirnya kembali ke rumah, hal pertama yang ia katakan kepada orang tuanya yang panik adalah bahwa ia kangen dengan rumahnya yang lama. Ketika ini kedua orang tua bingung dan hal yang menakjubkan terjadi. Bukannya mencoba untuk membuat Riley kembali menjadi ceria seperti di awal film, sang ayah mengatakan, “Ayah juga kangen.” Ketika itu Riley langsung menangis terisak-isak dan mereka berpelukan.

Peran Perasaan dalam Kehidupan Sehari-hariinsideout

Tentunya ketika ini banyak orang yang mengatakan bahwa hal ini hanya bisa terjadi karena ini adalah film dan hal ini tidak bisa terjadi di dunia nyata. Hal ini dikarenakan di dunia nyata itu kesedihan bukanlah suatu hal yang harus ditunjukkan atau bahkan dikeluarkan. Mungkin banyak orang menanggap kalau pernyataan ini benar. Bahwa kesedihan seharusnya tidak ditunjukkan dan bahkan banyak orang yang bangga kalau anaknya tidak pernah menangis atau terlihat sedih sama sekali.

Akan tetapi hal ini salah karena sebenarnya semua perasaan itu ada gunanya dan baik sekali jika bisa dikenali dan dirasakan. Seperti Joy yang selalu mencoba untuk menekan Sadness, begitu pula kita suka menekan perasaan anak kita, orang lain, atau bahkan perasaan di dalam diri kita sendiri. Film Inside Out yang dirancang bersama dengan neurolog dan juga psikolog ini, benar-benar memberikan suatu pesan moral yang baik. Bahwa semua perasaan itu harus diakui.

Perasaan dalam Parenting

Inside-Out-Japan-Pixar-Post-3Ada seorang ahli parenting yang berkata, “Bagaimana cara membuat anak bertindak benar? Biarkan mereka merasa benar. Bagaimana membuat mereka merasa benar? Dengan mengenali perasaan mereka.” Jika seorang anak bisa merasa bahwa ia merasakan hal yang benat, maka ia juga akan bertidak dengan benar, Mungkin sekilas pernyataan ini tidak masuk akal, akan tetapi hal ini sangat berkaitan dengan yang sudah diceritakan di dalam film ini.

Bayangkan situasi ini, anak Anda baru saja kehilangan boneka kesayangannya dan ia datang dengan sedih. Biasanya orang tua berpikir bahwa jika kita ingin anak kita bertidak dewasa, maka kita juga harus menjelaskan semuanya dengan cara dewasa. Jadi yang biasanya dikatakan orang tua adalah seperti ini, “Uda nak jangan nangis, itu kan cuma boneka, nanti juga ketemu lagi. Laen kali hati-hati aja kalo maen makanya.” Atau, “Jangan nangis, itu kan cuma boneka. Nanti mama beliin yang baru ya. Ayo senyum. Anak mama manis deh kalo senyum”

Ketika hal ini terjadi, ada konflik juga yang terjadi di dalam diri anak. Ketika melihat ibu atau ayahnya merasa biasa saja, ia bingung apakah perasaan yang ia rasakan ini (perasaan sedih) adalah perasaan yang boleh dirasakan. Hal ini sama seperti yang dilakukan oleh Joy pada film Inside Out. Dengan tidak mengenali perasaan, maka anak bisa merasa ada yang salah dengan apa yang ada di dirinya dan apa yang ia rasakan. Sebagai hasilnya ia menjadi bingung dengan perasaan yang ia rasakan ketika ia melakukan suatu hal, dalam kata lain, ia tidak merasa benar.

Seharusnya, ketika anak merasa sedih seperti ini, yang perlu dilakukan adalah mengenali perasaan mereka dan menyuarakannya, persis seperti yang dilakukan Sadness pada Bing Bong. Anda bisa mengatakan “Wah, pasti sedih ya kalau kehilangan boneka kamu. Mama tau itu boneka kesayangan kamu.” Ketika hal itu sudah dilakukan, lihatlah apa yang dikatakan anak, dengarkanlah apa yang mereka ingin ceritakan. Dengan melakukan hal ini, anak bisa mengerti apa yang dirasakannya dan, niscaya, mereka juga akan mengatasi kesedihannya sendiri. Selamat mencoba!

 

 

No comments yet.

Leave a Reply