Membentuk Sikap Mental Positif

Napoleon-Hill-Principles-of-Success-Positive-Mental-Attitude

Melanjutkan dari artikel sebelumnya bahaya sugesti positif di mana kita membicarakan bahwa sugesti positif dapat menjadi berbahaya karena apabila tidak disertai dengan Positive Mental Attitude (PMA) maka sugesti itu tak akan efektif atau bahkan dalam beberapa kasus akan berefek terbalik. Membentuk sikap mental positif adalah hal yang sangat penting dalam proses terapi oleh karena itu ada baiknya semua terapis mempelajari cara membentuk PMA.

Sebelum berbicara lebih jauh tentang PMA, mari kita kenali dulu kata stress secara singkat. Kita telah membicarakan tentang stress di artikel menghadapi tantangan part 2. Stress merupakan kata yang cukup sering dipakai saat kita membicarakan tentang-tentang hal-hal yang berasal dari pengaruh eksternal seperti pekerjaan, hubungan, penghasilan, investasi dan lainnya. Stress juga terkadang digunakan untuk membicarakan hal internal seperti peningkatan adrenalin, percepatan detak jantung dan lainnya. Padahal secara teknis kata “stress” merujuk kepada fenomena internal dan kata “stressor” merujuk kepada kejadian eksternal.

Hipnosis merupakan salah satu pendekatan terapi yang memandang stress sebagai koneksi internal pikiran bawah sadar dengan pikiran tak sadar yang menyebabkan munculnya stress response (bertambahnya detak jantung dan lainnya). Apa yang dimaksud dengan koneksi internal adalah bagaimana kita merespon terhadap stressor internal dan external yang ada. Dengan hipnosis kita dapat membantu diri kita atau orang lain untuk membuat strategi bagi bawah sadar untuk merespon dengan lebih baik.

Terdapat banyak cara untuk membantu seseorang menumbuhkan PMA dalam diri mereka. Hal yang pertama dapat dilakukan adalah dengan membuat diri mereka menerima keadaan mereka sekarang dan tetap mencintai diri mereka meski kini kehidupan mereka tak sebaik yang mereka inginkan. Banyak penelitian yang menunjukkan bagaimana penyadaran akan rasa sakit dapat mengurangi rasa sakit, begitu juga dengan penyadaran akan rasa stress atau depresi akan membawa kita keluar dari depresi dan melihat diri kita dengan lebih obyektif. Satu-satunya jalan pertama untuk berubah adalah dengan mengakui bahwa kita perlu berubah dan untuk mengakui hal tersebut kita perlu menyadarinya.

Setelah penyadaran dan pengakuan itu maka mulailah dengan memberikan alasan bagi seseorang agar ia mau memiliki PMA dan buat ia berimajinasi dan membayangkan kebahagiaan dan kepuasaan saat mereka memiliki PMA tersebut. Setelah itu kita tinggal mengarahkan fokus kepada kemungkinan di masa depan dan mengindahkan batasan mental yang dimiliki saat ini. Seseorang dengan PMA melihat kesempatan yang ia miliki dan melupakan kesulitan untuk mencapainya. Sama dengan saat seorang sales mencoba untuk membuat anda membeli sesuatu, ia membuat anda membayangkan apa yang dapat anda lakukan dengan barang baru anda, bagaimana bahagianya bila anda memiliki barang ini, bagaimana anda sebenarnya memerlukan barangnya. Sales tersebut tidak menceritakan bahwa anda harus membeli dengan uang yang anda dapatkan setelah bekerja keras selama bertahun-tahun atau anda perlu mengambil kredit yang harus anda bayar setiap awal bulan.

Cara lainnya untuk membentuk PMA tentu saja dengan menggunakan afirmasi positif. Dalam artikel sebelumnya dikatakan bahwa sugesti positif yang bertentangan dengan belief diri mereka akan menjadi kontra indikatif. Oleh karena itu penting untuk menyusun kalimat afirmasi positif dengan lebih baik. Salah satu cara yang digunakan Emile Coue dan Bernheim adalah dengan mengajak orang-orang yang datang ke kliniknya untuk melakukan berbagai tes sugestivitas lalu memberikan berbagai sugesti kepada mereka dan pada akhirnya memberikan tugas bagi klien mereka untuk setiap malam mengulang kalimat afirmasi yang cukup terkenal yaitu

“Setiap hari dalam setiap hal, saya menjadi lebih baik dan lebih baik”

 

Mereka yang mengulangi kalimat ini terus menerus dengan cepat sehingga mereka tak sempat untuk memikirkan kata-kata yang mereka ucapkan dan bahwa mereka mengucapkannya untuk menghindari konflik batin yang ada. Pengulangan yang cepat ini membuat mereka menembus pemikiran kritis mereka dan ucapan tersebut sedikit demi sedikit masuk ke dalam pikiran bawah sadar mereka. Lebih lagi kata-kata ini tidak mengatakan bahwa “saya hebat” atau “saya pemberani” melainkan kalimat ini hanya berisi bahwa “saya menjadi lebih baik hari demi hari” sehingga kata-kata ini tak bertentangan langsung dengan beliefnya.

Windalfin, MBA, CH, CFP

Consultant

4 Responses to Membentuk Sikap Mental Positif

  1. Dae March 12, 2015 at 3:41 pm #

    Sy betul2 ingin menjadi lebih baik dan memiliki attitude yg abik;(

Trackbacks/Pingbacks

  1. Membuang Pikiran Negatif - April 28, 2014

    […] banyak hal lainnya, ada banyak jalan untuk mencapai hal ini, salah satunya yang ada di artikel Membentuk Sikap Mental Positif. Kali ini, saya akan memberitahu Anda teknik yang dinamakan dengan Swish Technique. Ini adalah […]

  2. 2 cara sederhana membantu klien mencapai berat badan ideal | INDOMIND CONSULTING - June 27, 2014

    […] Setiap terapis yang terlatih pasti tahu bahwa kita perlu membentuk positive mental attitude dalam diri klien sehingga mereka yakin mereka dapat mendapatkan tubuh yang mereka inginkan. Untuk […]

  3. Berhenti Berpikir Positif dan Gunakan WOOP - November 24, 2014

    […] tentang bahaya berpikir positif karena telah dibahas di artikel sebelumnya. Begitu pula dengan cara membentuk Positive Mental Attitude atau sikap mental positif yang juga telah dibahas sebelumnya. Dalam artikel ini saya ingin memperkenalkan sebuah teknik yang […]

Leave a Reply