Menghadapi Tantangan part 2 (Mengenal Stress)

mental blokAnton seorang pemuda berangkat dari desanya ke ibukota untuk mencari pekerjaan. Saat sampai di kota ia dihadapkan dengan berbagai tantangan bermula dari daerah asalnya yang merupakan desa kecil sehingga ia tidak tahu mengenai hal-hal yang ngetrend di kota. Apalagi ia juga bukan mahasiswa yang lulus dari universitas besar yang terkenal. Ia hanya lulus SMK di desanya.

Tadinya saat di desa ia sudah memiliki pekerjaan yang tetap sebagai guru sekolah dasar. Sambil mengajar ia juga meluangkan waktu untuk belajar demi mempersiapkan diri berkompetisi di kota. Namun, kehidupan yang tadinya begitu damai kini telah berubah. Ia harus bertempur dengan banyak lulusan universitas besar untuk bisa berhasil dan bertahan hidup disini. Hal ini menyebabkan ia merasakan stress.

Kita pun meskipun tidak mengalami perubahan seperti pergi dari sebuah desa ke kota untuk mencari peluang, menghadapi stress. Bisa dimulai dari mendapatkan pekerjaan impian, mendapatkan pasangan hidup yang diinginkan, pindah ke rumah yang lebih baik dan sebagainya. Perubahan yang tertulis mungkin nampaknya perubahan positif yang akan membuat kita semakin bahagia. Namun, nyatanya semua perubahan itu bisa saja membuat diri kita merasakan stress.

Jadi apa itu stress? dalam pelajaran Fisika stress adalah tekanan yang diberikan pada sebuah obyek, seperti karet gelang yang ditarik, batu-batu yang menimpa bumi, tabrakan mobil dan sebagainya. Stress dalam psikologi juga memiliki sifat yang sama dengan stress dalam fisika, kita bisa saja tertekan oleh keputusan yang besar, mengalami tabrakan dari perbedaan budaya, menahan emosi kita agar tidak lepas kendali.

Dalam kehidupan sehari-hari kita bisa saja mengalami stress karena banyaknya permintaan baik dari pekerjaan, studi, pasangan dan keluarga. Stress dalam mencari nafkah demi menghidupi diri dan keluarga, stress dalam menjaga tubuh agar tetap sehat dan ideal. Dalam ilmu psikologi stress merupakan permintaan apapun yang membuat sebuah organisme untuk beradaptasi, bergelut, atau menyesuaikan diri.

Untungnya stress tidak melulu jelek, dalam artikel Harvard Business Review mengenai stress ditemukan bahwa mereka yang memiliki tingkat stress yang cukup memberikan performa yang lebih baik dibandingkan mereka yang bekerja dengan tingkat stress rendah. Anthony Robin seorang peak perfomance strategist dalam jumpa bincang terakhir ini juga membicarakan mengenai cara untuk menggunakan stress sebagai pemicu untuk performa yang lebih baik.

Salah satu hal yang perlu dijaga dari stress adalah stress yang terlalu lama dan bertumpuk. Nyatanya beberapa penyakit dapat dikaitkan dengan tingkat stress yang tinggi seperti sakit kepala, migraine, penyakit jantung, depresi, kanker, obesitas dan lainnya. Mereka yang mengalami stress secara berkepanjangan mengalami pelemahan daya tahan tubuh dan lebih mudah terserang penyakit juga. Dalam sebuah artikel di pyschology today bahkan ditemukan bahwa stress tinggi sendiri dapat menyebabkan kematian.

Terdapat banyak cara untuk mengetes tingkat stress kita. Mulai dari Skala stress Holmes dan Rahe yang bisa kita ambil di sini. Skala ini menilai level stress pada kejadian yang terjadi pada kehidupan kita. Ada juga skala DASS (Depression Anxiety Stress Scales) yang mengandung 42 pertanyaan bersifat laporan pribadi. Pada DASS kita diminta mengisi kuesioner menggunakan skala likert. Bagi yang tertarik bisa mencobanya di sini. Cara lainnya adalah dengan mengukur tingkat stress menggunakan level tekanan darah, galvanic skin response.

Bila dari tes tersebut ternyata ditemukan anda sedang mengalami stress tinggi. Maka tidak ada salahnya bagi anda untuk mulai mencari tindak perventive untuk mencegah terjadinya gangguan kesehatan akibat stress tinggi.

 Windalfin Culmen MBA, CFP, CH.

, , , , , ,

Trackbacks/Pingbacks

  1. Membentuk Sikap Mental Positif | INDOMIND CONSULTING - April 22, 2014

    […] mari kita kenali dulu kata stress secara singkat. Kita telah membicarakan tentang stress di artikel menghadapi tantangan part 2. Stress merupakan kata yang cukup sering dipakai saat kita membicarakan tentang-tentang hal-hal […]

Leave a Reply