Refleksi Tahun Baru tentang Pilihan

reflection-in-mirrorTahun baru adalah saatnya refleksi. Tidak lama ini saya teringat perkataan seorang guru yang terus berulang-ulang di kepala saya. Ketika itu guru ini adalah seorang guru baru dan mengajar kelas fisika. Ketika ia sudah selesai memperkenalkan dirinya, ia berkata, “Jika pada akhir tahun ajaran ini kalian membenci pelajaran fisika, jangan salahkan fisika. Salahkan saya karena saya tidak membuat fisika menjadi menyenangkan.” Ketika saya pertama kali mendengar hal ini, saya tidak berpikir banyak dan hanya menganggukkan kepala saja. Ketika itu saya tidak memang tidak membenci pelajaran fisika. Akan tetapi menarik sekali ketika saya bertemu dengan teman sekelas saya dulu. Sejak ia lulus SMA, ia tidak mengambil pelajaran apa pun yang berhubungan dengan fisika atau bahkan hitungan. Ia mengambil jurusan Ilmu Komunikasi. Ketika mengobrol dengannya dan mengingat guru-guru, ia mengatakan bahwa ia ingat sekali dengan kata-kata guru kami pada saat itu.

Pengaruh dari guru tersebut begitu besarnya sampai saat sekarang pun ia masih tertarik dengan perkembangan ilmu pengetahuan, terutama astronomi, yang terkenal dengan banyaknya hitungan dan fisika. Ia berkata bahwa dalam hidupnya dan pekerjaannya, ia jadi lebih menghargai setiap orang dan juga pekerjaan yang mereka lakukan. Ia berkata bahwa ia jadi lebih mengerti bahwa semua orang hanya ingin melakukan yang terbaik dalam hidup mereka, walaupun sepertinya mereka melakukan cara yang salah.

Seringkali saya menemukan banyak sekali orang yang tidak menyukai sesuatu hanya dengan mendengar kata itu saja. Banyak anak-anak yang bahkan tidak menyukai kata “matematika” atau “IPA” dan mereka tidak tahu alasannya. Tapi ketika digali lebih lanjut, mereka biasa menjawab dengan, “abis gurunya nyebelin/galak” atau “kelasnya nggak enak.” Menarik sekali bahwa seorang guru atau pengajar bisa mempengaruhi kesukaan anak terhadap suatu pelajaran. Tentunya hal ini akan mempengaruhi masa depan anak itu.

Kata-kata ini membuat saya menjadi terus berpikir. Apa sebenarnya keputusan yang membuat kita nyaman itu ternyata datang dari orang lain? Apa ketika kita menghindari atau tidak menyukai sesuatu itu adalah karena orang lain? Jika kedua hal ini benar, sebenarnya berapa banyak hal menarik yang kita lewati atau tidak kita coba hanya karena orang lain membuat kita menjadi tidak nyaman?

Jadi selagi masih ada semangat tahun baru, ayo kita mulai ambil kontrol lagi hidup kita. Coba suatu hal yang baru dan mungkin hal itu mengubah hidup kita.

No comments yet.

Leave a Reply