Berhenti berpikir positif dan gunakan WOOP

Positive NegativeBerpikir positif merupakan tema terpopuler diantara banyak orang khususnya karena kebanyakan buku-buku motivasi dan para motivator benar-benar mempromosikan kekuatan dari berpikir positif. Khususnya bila orang tersebut baru saja mengalami kejadian yang tidak mengenakan atau mengkhawatirkan, maka tak jarang saya melihat teman-temannya mulai berkata kepadanya “udah, positive thinking aja lagi…” . Sayangnya meski orang tersebut mengiyakan kata teman-temannya, dirinya tetap gelisah dan sulit tidur. Pikirannya masih membayangkan kejadian buruk yang mungkin terjadi, kata-kata positif yang ia ucapkan kepada dirinya pada akhirnya hanya menjadi pembohongan diri. Hal ini sudah pernah saya bicarakan dalam artikel bahaya berpikir positif dan sugesti positif .

Sebenarnya tidak ada yang salah dengan positive psychology atau berpikir positif. Terdapat banyak bukti bahwa pemikiran positif dapat menimbulkan perbedaan dalam cara kita merespon terhadap apa yang menimpa kita. Kita menjadi lebih kuat dalam menghadapi tantangan-tantangan yang muncul menghalangi jalan mencapai tujuan kita, khususnya bila pemikiran positif ini disertai dengan sikap mental positif.

Kita tak akan membahas tentang bahaya berpikir positif karena telah dibahas di artikel sebelumnya. Begitu pula dengan cara membentuk Positive Mental Attitude atau sikap mental positif yang juga telah dibahas sebelumnya. Dalam artikel ini saya ingin memperkenalkan sebuah teknik yang bisa menjadi alternatif dari sekedar berpikir positif. Teknik bernama WOOP yang diperkenalkan oleh Gabrielle Oettingen ini dapat membantu orang untuk melihat bahwa tujuan mereka dapat tercapai, memberikan energi untuk berjalan menuju tujuan tersebut, mengambil tindakan untuk mencapai tujuan tersebut. Selain itu teknik WOOP ini juga dapat membuat orang menyadari bahwa tujuan mereka tidak realistis sehingga membuat mereka berhenti mengejar hal tersebut untuk mencapai impian lain yang lebih menarik.

WOOP merupakan singkatan dari Wish, Outcome, Obstacle, Plan (Berharap, Hasil, Tantangan, Rencana). Untuk melakukannya anda dapat mencari tempat yang tenang, duduk di sana, tutup mata anda dan carilah Wish (harapan) yang dapat anda capai – misalnya naik jabatan. Setelah itu bayangkan apa yang akan terjadi bila harapan itu menjadi kenyataan, apa Hasilnya? Bayangkan apa yang akan terjadi, rasakan bagaimana perasaan anda saat hal itu terjadi, bayangkan seakan-akan hal itu telah terjadi.

Setelah selesai, kini kembalilah dan bayangkan apa saja Tantangan yang ada dalam proses mencapai impian tersebut, misalnya rasa malas saat mengerjakan tugas, teman-teman yang kurang suportif, adanya beberapa skill yang belum begitu dikuasai, dan lainnya. Bayangkan bagaimana tantangan-tantangan tersebut menghalangi jalan ada menuju impian anda. Kini setelah selesai, kita masuk ke tahap Rencana, seandainya anda bertemu Tantangan A, apa yang akan anda lakukan, lalu lanjutkan dengan tantangan B dan selanjutnya. – anda mungkin memutuskan untuk menolak ajakan teman-teman anda untuk bersenang-senang, memutuskan untuk mengikuti pelatihan-pelatihan professional untuk mendapatkan skill yang diperlukan untuk naik jabatan. Bayangkan diri anda menjalan rencana-rencana ini untuk menghadapi tantangan-tantangan yang ada.

Dalam menggunakan teknik WOOP anda juga dapat menggabungkannya dengan teknik self-hypnosis untuk membawa diri anda ke kondisi hipnosis yang dalam untuk meningkatkan efektivitas dari teknik ini. Anda bisa meminta bantuan dari hipnoterapis anda untuk mengajarkan bagaimana cara mencapai hipnosis dalam sendiri hanya dalam satu jentikan jari menggunakan teknik tertentu yang kami ajarkan ke klien-klien kami.

Kami sangat menyarankan teknik WOOP ini dibandingkan dengan sekedar afirmasi biasa, karena diluar bahaya afirmasi positif yang tak disertai sikap mental positif, berpikir positif juga terkadang hanya memberikan harapan palsu atau motivasi yang sifatnya sementara. Sedangkan dengan mengetahui apa impian anda, bagaimana perasaan anda saat anda mencapainya, tantangan apa yang akan anda hadapi dan membuat rencana bagaimana menghadapi tantangan tersebut maka saat itulah anda tahu anda memiliki perencanaan yang matang untuk mencapai impian anda, yang karena itu mengizinkan impian untuk lebih mungkin tercapai.

 

 

Windalfin

Mind Consultant

 

No comments yet.

Leave a Reply